Skip to content

POTENSI NUTRIENT DAN SENYAWA DALAM JANGKRIK KALUNG UNTUK PERBAIKAN KESEHATAN MANUSIA, PAKAN AYAM DAN BURUNG

02/04/2010

1. Protein Jangkrik : Untuk Manusia

Apabila jangkrik kalung yang kandungan proteinnya sangat tinggi (60,90 %) diolah menjadi produk pangan yang secara estetika menarik, maka dimungkinkan akan dapat diterima masyarakat. Kasus busung lapar akibat kekurangan protein tidak perlu terjadi apabila masyarakat kelas menengah ke bawah mau mengkonsumsi jangkrik yang kandungan gizinya (terutama proteinnya) tinggi.

Adanya kandungan asam amino esensial dan semi esensial untuk manusia (Tabel 2), maka jangkrik utuh dan tepung jangkrik atau dalam bentuk konsentrat protein jangkrik dapat digunakan sebagai sumber protein berkualiatas tinggi. Adanya kandungan asam amino sistein pada jangkrik kalung yang cukup tinggi, maka dapat untuk memenuhi kebutuhan dalam tubuh. Asam amino ini sangat diperlukan (sebagai precursor) untuk pembentukan glutation yang merupakan antioksidan vital dalam tubuh untuk mencegah kerusakan sel yang disebabkan serangan radikal bebas akibat adanya oksidasi asam lemak pada membran sel. Dampak dari stress oksidatif menyebabkan terbentuknya radikal bebas yang menyebabkan kerusakan dan kematian sel sehingga fungsi sel hilang dan berdampak pada proses penuaan dan timbulnya berbagai penyakit. Antioksidan primer adalah antioksidan yang dibentuk didalam tubuh diantaranya adalah glutation dan glutation peroksidase yang berfungsi untuk mencegah pembentukan radikal bebas dalam membrane sel yang dapat mengganggu fungsi sel, penyempitan pembuluh darah dan sebagainya. Glutation juga merupakan kosubstrat untuk pembentukan enzim glutation peroksidase. Senyawa-senyawa kimia dalam tubuh (berfungsi sebagai antioksidan endogen) yang dapat menginaktifkan superoksida anion sebagian besar adalah asam amino asam amino seperti lisin, tirosin dan histidin. Ketiganya berfungsi sebagai katalis dalam penginaktifan superoksida. Molekul glutation merupakan rantai polipeptida yang tersusun dari asam amino glutamate, sistein dan glisin. Glutation punya peranan penting untuk melindungi sel dari kerusakan yang disebabkan oleh senyawa antara (intermidiet) yang reaktif akibat adanya autooksidasi dalam tubuh (endogen) dan adanya metabolisme xenobiotik yang berasal dari luar tubuh (eksogen). Glutation juga berperan untuk melindungi membrane sel dari kerusakan akibat oksidasi lemak. Dalam otot skelet dibutuhkan glutation dalam jumlah paling banyak dan diperkirakan antioksidan potensial terbesar yang ada dalam tubuh.

Glutation (GSH) dan sistein juga berfungsi untuk menurunkan aktivitas logam-logam berat dalam tubuh, juga ikut berperan sebagai kosubstrat untuk enzim antioksidan yaitu glutaion peroksidase GSH-Px). Glutation peroksidase merupakan enzim yang berfungsi sebagai antioksidan dalam tubuh untuk membuang peroksida hasil dari oksidasi asam-asam lemak, karena enzim ini dapat memecah senyawa hidrogen peroksida. Aktifitas optimal enzim glutation peroksidase itu sendiri memerlukan kofaktor ion logam selenium organik (selenium yang sudah berinteraksi dengan asam amino sulfur seperti lisin dan metionin) dalam jumlah sangat rendah. Enzim GSH-Px banyak bekerja pada otot skelet dan kadarnya banyak dipengaruhi oleh jenis asupakan (intake) pangan dan pakan kedalam tubuh. Asupan pakan yang banyak mengandung selenium pada ayam ternyata dapat meningkatkan aktifitas GSH-Px dan menurunkan laju oksidasi pada jaringan otot skelet (DeVor et al, 1983). Konsentrasi glutation yang terdapat dalam pangan dan pakan tidak dapat merubah konsentrasi glutation dalam jaringan pada manusia. Rendahnya tingkat absorbsi glutaion yang diberikan lewat pangan dan pakan disebabkan karena dalam lambung tripeptida (Glutamat-Sistein-Glisin) pada glutation akan dihidrolis (dihancurkan) oleh enzim proteolitik (Lee et al, 1996). Oleh karena itu pemberian glutation lewat pangan dan pakan tidak efektif dan sia-sia. Oleh karena itu cara tepat untuk mengoptimalkan produksi glutation dalam tubuh adalah dengan cara memberikan asupan asam amino sistein, glisin dan glutamate yang cukup melalui pangan.

Lehninger et al (1994) menyatakan bahwa glutation pada semua sel tubuh terdapat dalam konsentrasi yang tinggi (berfungsi sebagai buffer redoks) untuk membuang senyawa peroksida yang dapat meracuni sel. Senyawa peroksida itu sendiri dihasilkan pada metabolisme nutrient dalam kondisi aerob. Dalam proses pembuangan senyawa peroksida glutation dikatalis oleh enzim glutation peroksidase. Akfitas enzim glutation peroksidase akan optimal apabila mengikat ion selenium yang berfungsi sebagai kofaktor. Oleh karena itu untuk mengoptimalkan pembuangan senyawa peroksida dalam tubuh sangat diperlukan asupan pangan dan atau pakan dengan kandungan asam amino glutamate, sistein dan glisin serta selenium yang mencukupi.

Asam amino tirosin sangat diperlukan untuk sintesis neurotransmitter (kelompok cathecolinin) termasuk dopamine, morepeniphrin dan epinephrine. Level cathecolinin dalam tubuh berkorelasi dengan tekanan darah pada mamalia. Penyakit Parkinson pada manusia yang disebabkan gangguan syaraf ternyata disebabkan adanya penurunan produksi dopamine dalam tubuh (Lehninger et al, 1993). Dikarenakan dalam jangkrik kalung juga terkandung asam amino tirosin, maka mengkonsumsi jangkrik atau produk jangkrik dapat mengurangi resiko terkena serangan gangguan syaraf, menyembuhkan penyakit Parkinson secara berkala.

Dekarboksilasui asam amino glutamate akan meningkatkan gama-aminobutirat (GABA) yaitu suatu senyawa dalam tubuh yang berfungsi menghambat neurotransmitter. Diduga senyawa ini berkaitan dengan penyakit epilepsy, sehingga apabila produksinya dalam tubuh menurun akan terjadi serangan epilepsy. Kebanyakan GABA yang merupakan obat untuk penyakit epilepsy adalah turunan dari asam amino triptophan.

Asam amino histidin,tirosin, phenil alanin, triptopan, sistein, prolin dan lisin didalam tubuh dapat berperan menginaktifkan radikal bebas (Karel et all,1975, Kohen et all,1988,Kukigawa et al,1991). Protein darah diperkirakan menyumbang 10% sampai 50% dalam menginaktifkan/menangkap radikal bebas yang ada dalam plasma darah (Wayner et al,1987,Nicki et al,1988). Protein yang mengandung asam amino tirosin juga dapat menangkap radikal bebas melalui pembentukan bitirosin pada lokasi yang terdapat radikal bebas (ostreal et all, 1995).

Histidin apabila mengalami dekarboksilasi berubah menjadi histamine yaitu senyawa penyebab vasodilatasi pada jaringan manusia dan hewan. Histamin dapat meningkatkan sekresi asam pada lambung sehingga menyebabkan gangguan pencernaan dan penyerapan nutrien. Apabila ada allergen masuk tubuh maka histamine diproduksi dalam jumlah banyak dan menyebabkan timbulnya gatal atau iritasi pada kulit. Dikarenakan dalam jangkrik kalung tidak mengandung asam amino histidin, maka kemungkinan meningkatnya kadar histamine akibat mengkonsumsi jangkrik dan atau produk jangkrik sangat kecil.

2. Protein Jangkrik : Untuk Unggas

Dalam protein jangkrik kalung terkandung asam amino asam amino esensial dan semi esensial untuk unggas. Selain itu juga tidak mengandung asam amino histidin, sehingga selama prosesing tidak akan ada perubahan dari histidin menjadi histamine yang dapat menyebabkan iritasi pada kulit serta gangguan pencernaan dan penyerapan zat makanan. Oleh karena itu jangkrik kalung aman untuk dikonsumsi ayam dan burung.

Dalam tubuh unggas asam amino metionin, tirosin dan fenil alanin dapat digunakan sebagai substrat untuk sintesis fenil alanin. Asam amino Sistein dan tirosin tidak dapat disintesis dari senyawa sederrhana. Proses sintesis asam amino glisin dalam tubuh ayam berjalan lambat, sehingga apabila tidak dimbangi suplai asam amino glisin siap pakai lewat pakan maka pertumbuhan dan produksi ayam terhambat. Oleh karena untuk memenuhi kebutuhan asam amino glisin secara cepat dalam tubuh ayam yang sedang tumbuh atau berproduksi diperlukan suplai glisin yang cukup dalam ransumnya. Salah satu asam amino langka (jarang) adalah sistein karena tidak terdapat pada semua bahan makanan.

3. Lemak Jangkrik : Untuk Manusia

Adanya kecenderungan perubahan pola makan pada kelompok masyarakat tingkat sosial ekonomi tertentu yang menyukai makanan serba lezat dengan kandungan asam lemak jenuh tinggi namun miskin asam lemak esensial omega-3 dan omega-6 akan membawa dampak kurang baik bagi kesehatan. Kedua asam lemak esensial ini tidak dapat disintesis dalam tubuh mamalia termasuk manusia sehingga harus selalu tersedia dalam pangan dan atau produk pangan yang dikonsumsi setiap hari.

Selain kandungan asam amino esensial dan semi esensial yang cukup tinggi, jangkrik kalung juga mengandung asam lemak esensial omega-3 dan omega-6 yang sangat diperlukan untuk kesehatan tubuh. Ditinjau dari kadar asam lemak omega-3 dan omega-6 yang relatif tinggi pada jangkrik kalung (Tabel 4), maka orang yang mengkonsumsi jangkrik dapat terhindar dari serangan atherosclerosis, jantung koroner, penyempitan pembuluh darah, darah tinggi dan atau stroke. Dalam tubuh asam lemak omega-3 dan omega-6 digunakan pembentukan dan regenerasi sel dan sebagai bahan (prekursor) untuk pembentukan hormone prostaglandin dan turunannya yang sangat berperan dalam mempertahankan kondisi darah tetap encer (mencegah pembekuan darah atau agregasi platelet) dan sirkulasi darah dalam tubuh serta siklus reproduksi. Oleh karena itu orang yang secara teratur mengkonsumsi jangkrik kalung akan menurunkan tingkat resiko terkena serangan atherosklorosis, penyakit jantung koroner, darah tinggi dan stroke. Pada wanita hormone prostaglandin dan turunannya banyak berperan dalam mengatur siklus ovulasi sel telur, dan penyembuhan luka pada ovarium saat menstruasi. Oleh karena itu mengkonsumsi jangkrik kalung secara teratur bagi wanita disamping dapat meningkatkan gairah seksual juga dapat memperbaikai tingkat kesuburan serta mempersingkat waktu pendarahan saat menstruasi.

Asam linoleat dan linolenat merupakan asam lemak tak jenuh esensial yang tidak dapat disintesis dalam tubuh. Kedua asam lemak ini setelah masuk tubuh akan diubah menjadi asam lemak tak jenuh dengan rantai lebih panjang bersifat lebih tidak jenuh yang selanjutnya digunakan sebagai prekursor untuk pembentukan asam lemak tak jenuh ganda (Poly Unsaturated Fatty Acid biasa disingkat PUFA) (Sincleir ,1993).

Asam lemak omega-3 EPA dalam tubuh digunakan untuk sintesis turunan asam lemak tak jenuh rantai panjang (mempunyai 20 atom karbon) yaitu dihomo-linolenat (C20 : 3n-6), arakhidonat (C20:4n-6) dan ekosapentaenoat (C20:5n-2). Ketiga asam lemak ini merupakan prekursor untuk senyawa-senyawa berfungsi hormone yaitu ekosanoid dan leukotrien. Termasuk kedua senyawa tersebut adalah prostaglandin, tromboksan , prostasiklin , leukotrien dan lipoksin. Asam arakhidonat (ARA) merupakan prekursor untuk pembentukan prostaglandin (PGE2), tromboksan (TXA2) dan prostasiklin (PGI2) serta leukotrien (LTB4 , LTC4 , LTD4 dan LTE4). Senyawa-senyawa ekosanoat dan turunannya banyak disintesis dalam jaringan sebagai respon adanya pelepasan asam lemak tak jenuh dari posfolipid membran sel. Senyawa ekosanoat dan turunannya diperlukan untuk mengatur agregasi platelet , trombosis dan inflamasi (Anonim ,1992).

Mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung EPA dan DHA dapat menurunkan produksi TXA2 dan meningkatkan produksi PGI2. Senyawa TXA2 diproduksi dari prekursor arakhidonat (ARA) adalah faktor penyebab agregasi platelet, sedangkan PGI2 berperan untuk mencegah agregasi platelet. Efek positip mengkonsumsi bahan dan atau produk pangan yang banyak mengandung EPA dan DHA dapat meningkatkan produksi PGI2 yang dapat mencegah penyempitan pembuluh darah, sehingga menurunkan resiko terkena serangan penyakit atherosklorosis, jantung koroner, tekanan darah tinggi dan stroke.

Hasil penelitian dilaporkan bahwa mamalia yang mengkomsumsi DHA dalam jumlah banyak, pada jaringan otak dan fotoreseptor retina mata banyak terakumulasi DHA. Setelah diteliti lebih lanjut ternyata pada mamalia termasuk manusia jaringan yang paling banyak membutuhkan DHA adalah otak, retina mata dan testis. Kebutuhan pada ketiga jaringan tersebut mencapai 20 sampai 40 persen dari total fospolipid dalam tubuh. Jadi karena vitalnya peranan DHA bagi tubuh manusia, maka sangat dimungkinkan kekurangan asupan DHA dalam tubuh dapat menurunkan kinerja otak, retina mata dan kelenjar prostate serta meningkatkan resiko terkena panyakit atherosklorosis, jantung koroner, darah tinggi dan stroke, vertigo serta penyempitan kelenjar prostate.

Pada balita yang sedang tumbuh sangat memerlukan asupan EPA dan DHA yang baik untuk perkembangan jaringan otak. Hasil penelitian Sincleir (1993) dilaporkan bahwa pada ibu yang mengkomsumsi ikan dengan kandungan EPA dan DHA tinggi dalam air susunya banyak mengandung EPA dan DHA lebih tinggi dibandingkan yang tidak mengkonsumsi. Keadaan ini memberi gambaran bahwa ibu yang sedang menyusui apabila mendapat asupan EPA dan DHA dari jangkrik yang mempunyai kandungan nilai tinggi, maka anaknya juga ikut mendapat asupan yang tinggi, sehingga perkembangan jaringan otak dan retina mata lebih cepat akibatnya jumlah sel otak dan retina semakin banyak. Secara tidak langsung karena memori di otak lebih banyak serta tingkat penglihatannya lebih tajam akan berpengaruh terhadap tingkat kecerdasannya.

4. Lemak Jangkrik : Untuk Unggas

Pada unggas asam lemak tak jenuh rantai panjang seperti linoleat (omega-6), lenolenat, EPA dan DHA (omega-3) tidak dapat disintesis dalam tubuh, sehingga harus tersedia setiap hari pada pakan yang diberikan. Asam lemak omega-3 dan omega-6 sangat dibutuhkan untuk pembentukan membrane sel baik untuk sel baru maupun regenerasi sel. Selain itu juga dibutuhkan sebagai bahan (precursor) untuk produksi hormone prostaglandin dan turunannya dalam tubuh. Oleh karena itu pemberian pakan yang banyak mengandung asam lemak omega-3 dan omega-6 disamping dapat meningkatkan kualitas daging dan telur.

Selain itu kedua jenis asam lemak ini juga diperlukan ) yanga (PGF2asebagai bahan baku (prekursor) hormone prostaglandin F2 berfungsi untuk menstimulir produksi hormone FSH/LH yang diperlukan untuk proses ovulasi sel telur. Oleh karena itu pemberian pakan dengan kandungan asam lemak omega-3 dan omega-6 yang cukup, maka disamping memperbaiki kualitas lemak pada daging dan telur, juga dapat meningkatkan kesuburan ayam dan produksi telur ayam komersial serta kemungkinan fertilitas dan daya tetas telur dari ayam bibit.

Dikarenakan jangkrik kalung juga mengandung asam lemak omega-3 dan omega-6 yang cukup tinggi, maka apabila digunakan sebagai bahan penyusun ransum ayam dimungkinkan dapat memperbaiki kualitas daging, telur/produksi telur serta fertilitas dan daya tetasnya. Pada burung berkicau pemberian jangkrik /pakan yang mengandung jangkrik dapat perbaiki kesehatan serta gairah seksual sehingga burung giat berkicau sebagai upaya untuk menarik simpati lawan jenisnya.

5. Hormone

Komponen lain yang mempunyai nilai farmakologi penting adalah adanya kandungan hormone-hormone steroid seperti estradiol (estrogen), progesterone dan testoteron yang secra kimia tidak jauh berbeda dengan yang berasal dari kelompok mamalia termasuk manusia. Hormon estrogen sangat diperlukan wanita untuk memertahankan sifat feminim seperti menjaga kelenturan dan kehalusan kulit, mencegah osteoporosis pada tulang dan mempertahankan gairah sek pada wanita.

Hormon progesterone diperlukan untuk mempertahankan kebuntingan pada mamalia termasuk manusia dan mengatur penimbunan lemak dalam tubuh. Progesteron juga dapat menghambat pematangan volikel sehingga dapat mencegah ovulasi. Oleh karena itu hormone progesteron asal jangkrik kalung berpotensi sebagai dimanfaatkan alat kontrasepsi guna mendukung program keluarga berencana pemerintah.

Testosteron merupakan hormone androgen yang secara fisiologi mempunyai fungsi hampir sama dengan hormon estrogen namun yang paling menonjol adalah untuk ciri khas laki-laki dan mempertahankan keperkasaan pada laki-laki.

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: